Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2022

Link Cara Cek Hasil Seleksi SNMPN Politeknik

Link Cara Cek Hasil Seleksi SNMPN Politeknik


Simak link dan cara melihat pengumuman SNMPN 2022, cara cek hasil seleksi SNMPN Politeknik 2022. 

Buat kamu yang ingin cek dan melihat pengumuman SNMPN 2022, simak langkah dan caranya di bawah ini.

Berikut ini disajikan link dan cara melihat pengumuman SNMPN 2022, cara melihat hasil seleksi SNMPN Politeknik 2022. 

Akhirnya, hari yang dinanti datang juga. Hari ini, Rabu 6 April 2022, adalah hari pengumuman SNMPN 2022.  

Di hari ini, para peserta seleksi SNMPN 2022 akan mengetahui status kelulusan masing-masing.

Setelah dinyatakan lolos seleksi SNMPN 2022, nantinya peserta bisa menghubungi politeknik tujuan masing-masing untuk mengetahui ketentuan selanjutnya. 

Sebagaimana jadwal yang tertera di laman snmpn.politeknik.or.id, dijelaskan bahwa Pengumuman SNMPN 2022 adalah tanggal 6 April 2022. 

Dijelaskan di Instagram @politeknikahlinya, berikut cara melihat pengumuman SNMPN 2022:

- Silakan mengakses laman utama SNMPN pada snmpn.politeknik.or.id

- Masukkan 14 digit nomor pendaftaran / 10 digit NISN yang sudah terdaftar

- Tunggu hingga pengumuman SNMPN 2022 muncul.

"Semoga mendapatkan hasil yang diharapkan ya! Buat yang belum dapat kesempatan bergabung melalui SNMPN, jangan berkecil hati," tulis @politeknikahlinya, 5 April 2022.

Sekali lagi, bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi SNMPN 2022 bisa menghubungi politeknik tujuan masing-masing untuk mengetahui ketentuan selanjutnya.

Kamis, 03 Februari 2022

Cara Menemukan Tema, Latar, dan Penokohan pada Teks Cerpen

Cara Menemukan Tema, Latar, dan Penokohan pada Teks Cerpen


Cerita rekaan Indonesia secara umum memperlihatkan tiga cara penokohan. Pertama, cara analitik, yaitu pengarang dengan kisahnya menjelaskan tokoh itu. Cara kedua adalah dramatik, yakni apa dan siapa tokoh itu tidak dikisahkan pengarang secara langsung, tetapi melalui hal-hal lain. Biasanya kedua cara ini digunakan berganti-ganti dalam sebuah teks cerpen. Cara ketiga merupakan cara yang unik. Hal ini terlihat dalam cerita Salah Asuhan, yaitu digunakan cara analitik yang panjang kemudian ditutup dengan dua-tiga kalimat cara-cara dramatik, dan cara dramatik yang panjang disudahi dengan dua-tiga kalimat analitik.


Cara dramatik memberikan gambaran secara tidak langsung melalui berikut.

Gambaran tentang tempat atau lingkungan sang tokoh. Misalnya digambarkan keadaan kamar si A yang porak-poranda. Buku-buku berhamburan, di sudut terlihat sepatunya, disudut lain tergantung berbagai macam benda, dan sebagainya. Dalam hal ini, pengarang tidak perlu mengatakan watak tokoh, pembaca sudah dapat menarik kesimpulan sendiri bagaimana watak penghuni kamar tersebut.

Cakapan yaitu cakapan tokoh itu dengan tokoh lain atau cakapan tokoh-tokoh lain tentang dia

Pikiran sang tokoh atau pendapat tokoh-tokoh lain tentang dia

Perbuatan sang tokoh

Cakapan dalam sebuah cerita rekaan bersifat serbaguna. Cakapan berguna untuk memahami tema, alur cerita, penokohan, dan juga untuk mengetahui latar cerita. Cakapan dalam cerita selalu menjadi bagian yang menyatu dan mendukung isi cerita yang disampaikan. Cakapan yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa tertentu hanya merusak kesatuan cerita.


Bacalah dua cerpen yang dikutip dari kumpulan cerpen " Buah Keikhlasan" karya Achmad Sapari berikut!


Cerpen 1


Sebatang Kara


Tanah di pekuburan umum itu masih besah ketika para pentakziah sudah pulang. Sementara Ogal masih duduk sambil sesekali menyeka air matanya. Ibu yang selama ini paling dia hormati dan cintai, tadi malam telah meninggal dunia, menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Burung-burung camar terbang rendah dan sesekali mencelupkan paruhnya di air laut. Bu Tuti dan suaminya  masih berdiri dibelakang sambil menunggu Ogal. Kedua orang tua asuh itu sangat setia kepada Ogal.

"Rasanya saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Bu," tiba-tiba Ogal berkata dengan suara agak berat.

Bu Tuti memegang lengan Ogal sambil mengelus rambutnya.

"Jangan berkata begitu, anakku. Kami akan menjadi orang tuamu sampai kapan pun."

"Sampai saya mandiri?" desak Ogal.

"Sampai kapan pun. Aku tidak akan membatasi kamu, sebab pada hakikatnya engkau adalah anakku juga."

"Maksud Ibu?" Ogal tidak mengerti.

"Ya, rupanya engkau ditakdirkan untuk aku asuh dan menjadi anak kami. Tetapi kami bertekad untuk menjadi orang tuamu, bukan sekadar orang tua asuh."

Ogal memeluk Bu Tuti. Air mata di pipinya tak henti-hentinya mengalir sehingga membasahi bajunya. Sementara suami Bu Tuti turut berduka atas kematian Bu Arpati.

Sebenarnya Ogal masih ragu-ragu , apakah dia akan ikut Bu Tuti atau bertahan hidup dengan mandiri. Jika dia ikut Bu Tuti tentu tidak dapat bekerja seperti ketika ia masih hidup bersama ibunya. Hal itu menjadikannya manja. Tetapi jika menolak kebaikan Bu Tuti, terasa tidak enak. Pengorbanan Ibu Guru itu sudah sedemikian besarnya.

Dari pengalaman hidupnya selama ini, banyak hal yang dapat Ogal petik. Ia biasa bekerja keras, tidak suka menggantungkan pada orang lain. Ia juga biasa hidup prihatin sehingga tidak suka berfoya-foya.

"Bolehkah saya menjajakan kue lagi, Bu?" pinta Ogal kepada Bu Tuti

"Buat apa, Ogal?"

"Agar saya tetap bisa bekerja."

"Kurasa tidak perlu, Ogal. Pusatkan perhatianmu untuk belajar. Sebentar lagi engkau akan ujian."

"Tapi, saya tidak enak kalau menganggur, Bu!"

"Di rumahku engkau tidak mungkin menganggur. Engkau bisa belajar menggunakan komputer, mengetik, nonton TV, dan memelihara kebun."

"Tapi, saya akan tidak bekerja, Bu!"

"Pada hakikatnya engkau bekerja juga.

Memelihara kebun atau membantuku di rumah juga bekerja."

"Jadi, tidak harus menjajakan kue, Bu?"

Bu Tuti mengangguk

"Kalau begitu, tolong carikan pekerjaan yang bisa saya lakukan."

Bu Tuti tersenyum

"Jangan khawatir."

Bu Tuti ternyata dapat memenuhi harapan Ogal. Banyak pekerjaan yang dapat dilakukan Ogal. Misalnya, memelihara kebun mangga, mencatat keluar masuknya barang, dan sebagainya.

Kali ini Ogal tidak kalah sibuknya dengan sewaktu berada di desa nelayan. Bahkan, mungkin boleh dikatakan sangat sibuk. Pekerjaan di rumah Bu Tuti tidak hanya satu, melainkan sangat banyak. Walaupun begitu, Bu Tuti tidak pernah memaksa Ogal untuk bekerja. Semua itu hanya semata-mata menuruti keinginan Ogal.


Cerpen 2


Musibah

 

Kemakmuran di desa nelayan itu tidak selamanya abadi. Ada saatnya naik dan ada saatnya pula turun bak gelombang pasang yang datang.

Sudah dua bulan terakhir angin kencang selalu melanda desa itu. Jika sudah demikian, tidak seorang nelayan pun berani mencari ikan menggunakan perahu, bahkan dengan perahu motor pun tidak berani.

Pak Bakri, yang dikenal sebagai nelayan terkaya di desa itu juga menderita akibat datangnya angin kencang selama dua bulan berturut-turut. Sebagai juragan nelayan, ia merasa kehilangan pendapatan. Apalagi setelah datangnya penyakit yang misterius menyerang sebagian besar penduduk. Bu Bakri sudah dua minggu tidak bisa turun dari tempat tidurnya. Tubuh terasa kaku, seakan-akan mati.

Pak Bakri telah menjual dua perahu motornya. Jika tidak, mana mungkin ia bisa membayar utangnya pada bank. Padahal sudah waktunya ia harus membayar cicilan utangnya. Belum  lagi biaya pengobatan ke dokter dan dukun akibat penyakit yang diderita Bu Bakri.

Pada saat itu Pak Bakri mulai merasakan betapa besarnya kesalahan yang telah diperbuatnya kepada penduduk. Ia yang ia yang selama ini suka mencela dan melecehkan penduduk yang miskin, merasa berdosa. Manol yang selama ini dimanjakan, terasa tidak lagi dipedulikan. Kesusahan keluarga itu terasa sangat menyiksanya.

Penduduk di desa nelayan itu benar-benar berada dalam keadaan tidak berdaya. Kebiasaan mereka membeli barang elektronika saat musim panen ikan, kini barang itu dijualnya. Radio, televisi, video, dan sebagainya, dijual agar mereka dapat mempertahankan hidupnya. Bukan cuma itu, lemari, kursi, dan perhiasan yang dipakainya juga dijual.

Orang-orang yang berada di sekitar desa nelayan itu juga turut merasakan penderitaan. Mereka yang membuka warung, toko, atau apa saja tidak laku. Pembelinya tidak ada. Utang-utang para nelayan itu menunggak sampai batas waktu yang belum diketahui.

...

Tiba-tiba angin bertiup perlahan-lahan. Deburan ombak pun mulai berkurang. Sementara wajah-wajah nelayan menatap ke langit dan penuh harap. Mereka mulai merasakan betapa musibah ini merupakan ujian yang terberat yang pernah mereka alami. Betapa tidak, selama puluhan tahun belum pernah mereka mengalami musibah seperti tiga hari. Itu pun rasanya sangat meresahkan. Selama ini mereka harus beristirahat total selama dua bulan.


Tema, latar, serta penokohan dalam cerpen di atas adalah sebagai berikut.

Tema 

Cerpen 1

Mengenai keteguhan hati seorang anak yatim piatu yang tidak ingin bergantung kepada orang lain. Tema tersebut memiliki  subtema mengenai kebaikan hati seseorang.

Cerpen 2

Mengenai perputaran kehidupan atau keadaan yang sewaktu-waktu dapat berubah. Tema tersebut memiliki subtema kesadaran atau penyesalan seseorang yang muncul karena adanya musibah


Latar

Cerpen 1

1) Latar tempat: tanah pemakaman, rumah Bu Tuti

2) Latar suasana: kesedihan, ketegaran dan keteguhan, serta kesibukan

3) Latar waktu: saat di pemakaman, saat di rumah Bu Tuti

Cerpen 2

1) Latar tempat: kampung nelayan dan rumah Pak Bakri

2) Latar suasana: keadaan yang susah atau sedih di suatu daerah karena adanya musibah dan penyakit; penyesalan.

3) Latar waktu: pada suatu hari saat terjadi musibah di kampung nelayan


3. Penokohan

Cerpen 1

1) Ogal: tegar dan bersemangat mandiri

2) Bu Tuti : baik hati

Cerpen 2

1) Pak Bakri : pencela yang kemudian sadar

2) Bu Bakri : tidak terungkap jelas

3) Manol : manja

4) Penduduk : pemboros


Demikianlah yang dapat admin bagikan tentang langkah-langkah menemukan tema, latar, dan penokohan dalam teks cerpen. Semoga materi yang admin bagikan ini dapat bermanfaat buat kemajuan belajar anak didik di sekolah. Selamat belajar dan semoga sukses.

Advertisement

Rabu, 02 Februari 2022

Pendidikan Karakter Anak Yang Perlu Diterapkan Sejak Kecil

Pendidikan Karakter Anak Yang Perlu Diterapkan Sejak Kecil


Pendidikan Karakter Anak yang Perlu Diterapkan Sejak Kecil Pendidikan anak penting untuk membangun karakter sejak kecil. Sebagai orang tua atau kerabat terdekat, tentu Anda butuh menemaninya supaya tumbuh besar dengan kepribadian yang lebih matang. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan minat dan dirinya. Menginjak usia anak, jiwa kompetitif sebenarnya sudah dapat dilihat dan diketahui ke mana arahnya nanti. Jika belum tampak, tak usah khawatir! Pasalnya, kondisi ini bisa diasah secara perlahan namun telaten.

Pendidikan Karakter Anak yang Perlu Diterapkan Sejak Kecil Pendidikan Karakter Anak yang Perlu Diterapkan Sejak Kecil

Bagaimana cara melihat tipikal anak dengan jiwa kompetitif yang perlu pengarahan pendidikan karakter lebih baik? Ini dia:


1. Sering Besar Kepala

Anak tersebut sadar bahwa dia memiliki banyak kualitas positif dibandingkan anak lain, sehingga menjadikannya sosok yang besar kepala. Satu sisi, tentu Anda tidak ingin dia dikucilkan oleh teman-temannya yang melihat tabiat tersebut.


Cobalah untuk mengingatkan anak agar tidak sombong dan membantu temannya yang tidak lebih unggul. Ketika Anda memberikan pujian, jangan fokus pada "kemenangan" semata, namun kualitas mengagumkan yang membantunya sampai di sana, seperti kerja keras, motivasi, dan fakta bahwa dia tidak menyerah meskipun merasa kesulitan.


2. Menghukum Diri Sendiri

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perasaan kalah unggul lantas menghukum diri sendiri bisa dilakukan oleh anak. Jika kondisi ini terjadi, usahakan agar dia tidak merasa sendiri dengan cara terus memberikan dukungan.


Jika anak tampak frustrasi karena kalah, pujilah usahanya dan soroti hal-hal baik yang telah dilakukan. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk mengalihkan fokusnya dari persaingan ke pengembangan keterampilan dengan melibatkan kegiatan yang bersifat seni dan membangun kemampuan sosial.


3. Tidak Menghargai Pesaing

Ada kalanya anak meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia lebih baik daripada orang lain dengan cara yang salah, seperti meremehkan pesaingnya atau telah melakukan kecurangan. Mengajarkan anak rasa hormat, bahkan ketika dia memang lebih berbakat, akan membantunya berkembang hingga dewasa nanti.


Ajarkan anak untuk berbesar hati atas kesalahan dan minta dia untuk mencontoh hal-hal yang sama dengan pesaingnya sebagai bentuk menghargai orang lain. Dorong anak Anda untuk bersaing secara sehat, agar dia belajar bangga dengan kemampuan yang dimiliki tanpa harus menjatuhkan orang lain.


Sudah siap? Kini saatnya menciptakan potensi lewat pendidikan karakter anak!


Pendidikan Karakter dan Kecerdasan Anak

Mengembangkan lewat pendidikan karakter anak sangatlah penting.

Kenali jenis-jenis kecerdasan anak yang bisa dibentuk sejak lahir di bawah ini:


- Kecerdasan linguistik

Tipe kecerdasan anak ini menitikberatkan kepada kemampuan penggunaan bahasa melalui aktivitas membaca, menulis, dan bicara. Dia sangat menonjol dalam bermain kata, mengarang cerita dan puisi, berpidato, serta gemar terlibat dalam diskusi maupun debat.


- Kecerdasan Logika-Matematik

Kecerdasan anak jenis ini berhubungan dengan angka, matematika, dan logika untuk memahami berbagai pola yang terjadi dalam kehidupan. Dia memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, senang bermain puzzle atau teka-teki, eksperimen, menanyakan berbagai pertanyaan, dan mahir menganalisa orang lain.


- Kecerdasan Visual Spasial

Jenis kecerdasan anak ini berhubungan dengan bentuk, gambar, pola, warna, desain, dan tekstur yang dapat dilihat dengan mata. Mereka yang unggul dalam bidang ini umumnya mahir menggambar, melukis, membuat figur dengan tanah liat, serta mengolah kertas dan kain. Dia juga mahir membaca peta, membayangkan bangun ruang, dan visualisasi benda.


- Kecerdasan Kinestetik

Anak yang memiliki kecerdasan ini umumnya menonjol dalam bidang olahraga dan aktivitas fisik lainnya, seperti menari, bersepeda, hingga menjaga keseimbangan tubuh. Mereka dapat mengekspresikan diri dengan baik melalui bahasa tubuh, dapat mencontoh gerakan dengan cepat, senang melakukan permainan yang memerlukan keterampilan fisik.


- Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan anak jenis ini adalah kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain – terutama teman dan rekan kerja. Anak dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif, kemampuan sosial yang baik, memiliki banyak teman, senang bekerja dalam tim, memiliki empati yang baik terhadap orang lain.


- Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan anak ini memungkinkan anak untuk mengintrospeksi diri sendiri mengenai makna dan tujuan hidup, kepercayaan, emosi, dan spiritualitas diri sendiri. Mereka umumnya lebih nyaman bekerja sendiri, terkadang memiliki waktu untuk menyendiri dari orang banyak, mawas diri, memiliki kreativitas, serta kebijaksanaan.


Anak memiliki kemauan yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka pun cenderung dapat memotivasi diri sendiri tanpa bantuan atau dorongan dari pihak luar. Tidak jarang, banyak teman menjadikan anak yang memiliki kecerdasan tersebut sebagai tempat untuk berkonsultasi.


- Kecerdasan Naturalis

Anak dengan tipe kecerdasan ini sangat tertarik dan menghargai segala sesuatu yang berhubungan dengan alam, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, lingkungan, cuaca, dan lain-lain. Dia lebih menyukai kegiatan di luar ruangan, senang mengoleksi benda-benda yang berhubungan dengan alam seperti daun, serangga, kulit kerang, serta senang memelihara hewan.


- Kecerdasan Musikal

Tipe kecerdasan anak ini menekankan pada kemampuan untuk mengenali nada, vibrasi, bunyi, dan ketukan. Si Kecil yang menonjol dalam bidang ini menyukai musik dan suara-suara alam, seperti bunyi serangga, suara air, bunyi hujan, dan lain-lain. Stimulasikan dirinya dengan cara mendengarkan musik, menyanyi, dan menari bersama.


Mengenalkan Pendidikan Karakter Anak Sejak di Rumah

Sejatinya, menerapkan pendidikan karakter anak bisa dimulai sejak di rumah. Sosialisasi primer bisa begitu krusial bagi tumbuh kembangnya menuju tahapan dewasa kelak.


Pada bahasan ini, orang tua sebagai sosok terdekat dengan anak diharapkan dapat mendampinginya dengan baik. Sebuah tantangan dalam mendidik, membesarkan, serta mempersiapkan masa depan anak yang berkualitas.


Beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua, meliputi:

Orang tua harus memberikan contoh yang positif dalam berperilaku kepada anak.

Orang tua mesti membantu dan memperhatikan cara belajarnya.

Berikan respons kepada setiap perilaku anak. Jika ia berperilaku baik berikan pujian, jika ia berperilaku tidak baik berikan pengertian dan pemahaman yang tepat.

Bantu anak untuk bersosialisasi kepada lingkungan di sekitar rumahnya.

Dampingi anak saat melihat berita atau menonton film.

Beri pengetahuan mengenai agama kepada anak  sejak dini.

Selain itu, orang tua juga mesti paham terkait beberapa hal yang tak boleh dibiasakan demi memberikan pendidikan karakter pada anak. Salah satunya yakni membatasi bermain smartphone atau gawai pintar.


Penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Child & Adolescent Health, melibatkan sekitar 4.500 anak asal Amerika Serikat berusia 8 hingga 11 tahun. Ditemukan hasil bahwa hanya 37 persn anak yang memenuhi batas waktu penggunaan gawai selama 2 jam atau kurang per hari, dan cuma 18% memenuhi rekomendasi aktivitas fisik setidaknya 60 menit.


Lewat angka tersebut, bisa dilihat bahwa masih gawai begitu mempengaruhi aktivitas anak per hari.


Hal ini jelas-jelas mempengaruhi perkembangan otak yang seharusnya dapat tumbuh dengan baik di usia belia.


Para peneliti menemukan bahwa penggunaan gawai terus-terusan memiliki hubungan erat antara kemampuan kognitif yang berkaitan dengan memori, perhatian, daya tangkap dan bahasa. Tak jarang, mayoritas anak tidak mampu memenuhi seluruh kemampuan kognitif tersebut akibat adanya gangguan dari luar seperti penggunaan gawai berlebihan.

Advertisement

Pentingnya Pendidikan Akhlakul Karimah

Pentingnya Pendidikan Akhlakul Karimah


Pentingnya Pendidikan Berbasis Akhlakul Karimah _Akhlak berarti budi pekerti, perangai, perbuatan, tingkah laku (tabiat). Karimah artinya mulia, terpuji, baik. Jadi, akhlaqul karimah ialah budi pekerti atau perangai yang mulia/terpuji. Di zaman modern ini, Indonesia tengah dihadapkan pada kemerosotan moral, khususnya pada anak-anak. Berbagai kasus negatif seperti pem-bully-an kerap kali terjadi di sekolah. Kasus tawuran, pemukulan, penganiayaan, dan lain sebagainya menjadi salah satu contoh yang mencerminkan moral yang semakin buruk. Yang mana bisa dibilang jika saat ini pendidikan akhlak di sekolah-sekolah seperti sudah kurang dihiraukan lagi oleh para pelajar.

Pentingnya Pendidikan Berbasis Akhlakul Karimah  Pentingnya Pendidikan Berbasis Akhlakul Karimah

Sungguh memprihatinkan jika kita lihat banyak anak-anak kecil hingga remaja yang berani melawan orang tuanya, berperilaku kurang sopan terhadap orang yang lebih tua, dan berpakaian yang membuka aurat, serta tindakan-tindakan buruk yang kurang berakhlak lainnya. Perilaku-perilaku tersebutlah yang dapat merusak mental manusia, jika tidak segera diatasi.


Oleh sebab itu, bagi umat muslim yang bertaqwa terhadap Allah hendaknya turut menamankan akhlakul karimah pada anak-anak bangsa, terutama pada anak-anak kita.


Pendidikan tidak hanya sebatas memberikan teori yang dapat menambah pengetahuannya, namun hendaknya mampu membentuk karakter positif pada anak.

Sekolah bukan hanya satu-satunya tempat untuk mendapatkan pendidikan karena orang tua/keluargalah yang memiliki tanggungjawab utama untuk memberikan pendidikan, khususnya pendidikan akhlak kepada anaknya. 

Pendidikan berbasis Akhlakul karimah hendaknya diajarkan sejak dini, untuk memperbaiki moral anak menjadi lebih baik, karena Akhlakul karimah ini merupakan suatu kebiasaan/tindakan terpuji yang bermanfaat buat orang dan juga diri sendiri.


Nah, berbicara mengenai Akhlakul karimah, berikut ini ialah beberapa cara yang dapat kita jadikan acuan untuk mendidik/mengajar buah hati kita agar terbiasa dalam menanamkan akhlakul karimah.


1. Akhlakul Karimah ditanamkan sejak dini kepada anak-anak sebagai acuan dalam beraktivitas

Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, sehingga mereka dapat meraih cita-cita yang mereka inginkan.


Sebagai orang tua, kita harus mendukung dan kita tidak dapat melarang anak untuk meraih cita-cita duniawi, seperti menjadi dokter, polisi, guru, dan lain sebagainya.


Namun disamping itu, sebagai orang tua tetap harus mengajarkan anak dengan pendidikan akhlak, sehingga selain pintar anak juga akan memiliki karakter yang positif.


Pendidikan Akhlakul karimah ditujukan untuk membentuk kepribadian positif pada anak sejak dini dengan berpegang pada al-Qur’an sebagai pedoman dalam bertingkah laku sehari-hari.


Tanamkanlah sifat-sifat terpuji kepada anak sejak dini seperti jujur, adil, rendah hati, bijaksana, welas asih, dan lain-lain.


Apabila sejak kecil anak memiliki moral yang baik dan berakhlakul karimah, maka anak tidak akan berbuat jahat atau durhaka kepada orang tuanya.


Mereka juga akan tahu bagaimana bersikap baik dan memperlakukan orang lain, khususnya orang yang lebih tua.


Dengan berakhlakul karimah, seseorang dapat memiliki sikap saling menyayangi dan menghargai antar sesama.


2. Akhlakul Karimah ditanamkan dalam diri anak sebagai keyakinan 

Pendidikan Akhlakul karimah dijadikan sebagai keyakinan yang tertanam dalam diri setiap anak.

Dengan adanya keyakinan bahwa akhlakul karimah tidak termakan oleh zaman, dan akan tetap berlaku kapan saja dan di mana saja, maka setiap orang akan menanamkan akhlakul karimah pada diri mereka masing-masing.


Ketika tertanam keyakinan untuk berakhlakul karimah, maka setiap orang akan senantiasa menjalankan aktivitasnya berdasarkan pada ajaran al-Qur’an. Dan pastinya, jika semakin banyak orang memiliki akhlak yang baik, berbagai tindak kejahatan tidak akan terjadi lagi atau paling tidak bisa diminimalisir.


3. Akhlakul Karimah diajarkan melalui ibadah hingga akhir hayat

Pendidikan akhluk karimah dapat diajarkan kepada anak melalui pelaksanaan ibadah tepat waktu. Ajarkan anak untuk senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, dan berilah contoh tuntunan shalat yang baik dan benar kepada anak. Anda juga dapat melatih anak untuk membaca al-Qur’an dengan benar.


4. Akhlakul Karimah bersifat menyeluruh

Akhlakul karimah merupakan salah satu pendidikan yang bersifat menyeluruh, artinya berakhlakul karimah dilakukan kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja tidak membeda-bedakan orang, tempat, dan waktu.


Pendidikan akhlak sejak dini wajib ditanamkan untuk melatih bersosialisasi terhadap orang lain dan lingkungan.


Dengan demikian, mereka akan menjadi pribadi yang baik dan disenangi banyak orang karena memiliki moral yang baik.


5. Akhlakul Karimah hendaknya harus selalu terjaga dan dipelihara

Pendidikan berbasis akhlakul karimah bukan hanya semata-mata diajarkan. Namun, harus selalu dijaga dan dipelihara, sehingga kita senantiasa berhati-hati dalam berucap dan bertindak.


Terlebih lagi di zaman yang modern ini, jika diri sendiri tidak dibentengi dengan akhlak yang baik, maka akan terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.